Tag Archives: diskusi

Transparansi Masih Menjadi Harapan Besar Bagi Mahasiswa

oleh: Amin Rois (Kadep MIT BEM KM Teknik)

Selasa (21/2) di sekretariat BEM KM UGM, tampak hadir perwakilan dari lembaga-lembaga mahasiswa dalam rangka mengadakan diskusi lanjutan tentang pilrek UGM. Rapat semula direncanakan akan diadakan di ruang sidang 3 gelanggang jam 15.30 WIB. Akan tetapi karena situasi dan kondisi akhirnya tempat diskusi akhirnya dipindah ke sekretariat BEM KM UGM dan baru dimulai setelah hampir 1 jam dari jadwal. Diskusi ini dipandu oleh Vandy Yoga Swara, Menko Internal BEM KM UGM.

Dalam permulaan diskusi, Vandy menyampaikan review mengenai hasil pertemuan diskusi antara lembaga-lembaga mahasiswa lingkup UGM yang berlangsung kamis (16/2) di UC yang dihadiri 60 orang terdiri atas perwakilan dari UKM Gelanggang, BEM Fakultas dan berbagai elemen mahasiswa. Review sbb :

  1. Adanya riset dari BEM KM UGM mengenai bagaimana kriteria calon rektor 2012-2017 yang ideal bagi mahasiswa.
  2. Adanya ruang publik berupa dialog publik/debat publik per klaster.
  3. Hearing dengan MWA juga dengan Panitia Ad Hoc (PAH) Pilrek UGM yang terdiri dari 7 orang Majelis Wali Amanat, 4 orang Majelis Guru Besar dan 4 orang Senat Akademik.
  4. Adanya pusat informasi terkini, yaitu pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari pusat informasi bagi mahasiswa UGM.
  5. Adanya tim pendamping untuk merumuskan kontrak komitmen yang ditujukan kepada ketiga calon rektor UGM nantinya.

Di tengah-tengah diskusi, Vandy menyampaikan kabar paling terkini mengenai pilrek yaitu MWA mulai tanggal 22 Februari 2012 mulai melakukan Sosialisasi dan pengumuman Tata Cara Pendaftaran Bakal Calon, Pemilihan Calon dan Pemilihan Rektor UGM (bisa diunduh dihttp://mwa.ugm.ac.id/dev/?q=node/15). Dia juga mengatakan telah menyebarkan note agenda kegiatan pilrek UGM melalui Facebook.

Ada beberapa tanggapan dari masing-masing perwakilan lembaga terkait dengan pilrek UGM ini.

Didik Hari Purwanto, Menko Ekstenal BEM KMFT, mengatakan jangan sampai ada politisasi dalam hal pilrek UGM kali ini. Selain itu, dia mengatakan rektor yang terpilih nanti diharapkan mampu menempatkan mahasiswa pada tempatnya karena mahasiswa bukanlah komoditi yang terus diperas tetapi tidak memperoleh hak-hak lain selain pendidikan.

Dhani, KaDept Advokasi DEMA FH UGM, mengatakan DEMA sendiri tidak fokus pada siapa calon rektor nanti yang terpilih, akan tetapi melihat pada bagaimana visi dan misinya. Selain itu dia juga masih mempertanyakan bagaimana mekanisme penyampaian aspirasi mahasiswa kepada perwakilan mahasiswa di MWA, yaitu Luthfi Hamzah. Dia berharap kepada BEM KM UGM agar selalu meng-up date­ berita pilrek ini kepada BEM Fakultas.

Sementara kebanyakan dari pendapat yang disampaikan peserta diskusi, mereka mengharapkan adanya transparasi informasi dari pihak MWA atau PAH kepada mahasiswa agar mahasiswa bisa mengawal agenda 5 tahunan UGM ini.

Mengenai teknis untuk pertemuan perwakilan mahasiswa dengan PAH, Vandy membuat jadwal besok Kamis(23/2) jam 16.00 WIB. Nantinya akan ada beberapa perwakilan mahasiswa bertemu langsung dengan ketua PAH dan beberapa PAH lainnya. Akan tetapi atas usul salah seorang peserta diskusi, maka perwakilan mahasiswa ini akan bertemu terlebih dahulu dengan Luthfi Hamzah sebagai MWA dari unsur mahasiswa S1. Rencananya pertemuan dengan Luthfi ini akan diselennggarakan satu hari sebelumnya, yaitu hari Rabu(22/2) sore atau malam.

Neil, Menteri Advokasi BEM KM UGM, mengusulkan perlu dibuatnya indikator berupa skala prioritas yang diinginkan mahasiswa terhadap calon rektor UGM. Nantinya skala prioritas itulah yang akan dijadikan sebagai dasar dalam membuat kontrak politik kepada calon rektor.

BEM KM UGM sendiri akan melakukan riset melalui Kementrian Riset dan Pengembangan BEM KM UGM mengenai bagaimana kriteria calon rektor yang ideal bagi mahasiswa. Hal ini dilakukan agar semua aspirasi mahasiswa UGM dapat tersalurkan.

Setelah didiskusikan lagi maka ada satu hal penting yang menjadi kriteria rektor ideal bagi mahasiswa, yaitu mengenai transparansi seperti yang disampaikan Surya Andika, KaDept Kastrat BEM KMFT UGM.

Neil mengatakan transparansi ini bisa didasarkan pada UU Keterbukaan Informasi Publik. Menurut dia, rektor yang baru harus mampu mendorong rektor yang lama untuk transparansi keuangan, dalam hal ini utamanya seperti hasil audit BPK beberapa waktu yang lalu. Selain masalah transparansi keuangan, Neil juga menambahkan perlu adanya transparansi pendidikan. Masalah sekolah vokasi harus dapat selesaikan oleh rektor yang baru nantinya.

Selain itu ada yang mengusulkan agar nantinya rektor baru mampu menyelenggarakan ruang publik sebulan sekali yang mempertemukan pihak rektorat dengan mahasiswa agar ketika ada sesuatu yang mengganjal tidak perlu diketahui publik dahulu baru diusut. Hal ini penting karena menyangkut citra UGM itu sendiri di mata masyarakat luas.

Birokrasi juga menjadi hal yang disorot dalam diskusi ini. Panjangnya birokrasi di UGM ini sangat membebani mahasiswa dalam menyelenggarakan event. Hal yang diharapkan dari  rektor yang baru terkait hal ini nantinya akan mampu mereformasi birokrasi UGM yang panjang selama ini agar menjadi birokrasi yang lebih mudah.

Rektor yang baru nantinya juga dituntut mampu mempertahakan nilai-nilai kerakyatan dan merealisasikannya walaupun status WCRU nantinya akan melekat pada universitas tertua di Indonesia ini.

(Sumber Asli: http://www.facebook.com/notes/amin-rois/diskusi-lanjutan-pilrek-ugm-transparansi-masih-menjadi-harapan-besar-bagi-mahasi/353553547999909)

Iklan